Hal ini dilakukan pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bank Sampah yang bertajuk “Transformasi Bank Sampah Melalui Pendekatan Bisnis Sosial”.
Iip Hidajat mengatakan berkaitan dengan persampahan, bahwa di Kabupaten Kuningan menghasilkan sampah 480 ton sehari, dari semua sampah yang banyak itu kami coba mengkoordinasikan bagimana para Kepala Desa sudah mulai untuk memilah, memilih sampah-sampah untuk ditampung di bank sampah, yang akan dirintis dari tiap Kecamatan, dari Pemilahan ini sangat berpotensi untuk mengurangi jumlah sampah secara keseluruhan.
Lebih lanjut Iip Hidajat menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sudah mengundang untuk melakukan MOU dengan Kabupaten Kuningan, yang tentunya ini sangat bermanfaat bagi warga Kuningan.
“Mudah-mudahan kedepan kita lebih sadar terhadap lingkungan, bisa menjaga kebersihan dan kesehatan”, harap Iip.
Direktur Pengurangan Bank Sampah Vinda Damayanti mengatakan bahwa tema Transformasi Bank Sampah Melalui Bisnis Sosial dalam Rakornas ini sebagai upaya dalam mendukung Bank Sampah menjadi unit Bisnis Sosial yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kontribusi Bank Sampak sebagai salah satu aktor dalam ekosistem dalam sistem ekonomi sirkular tidak dapat dipandang sebelah mata, sehingga kegiatan ini akan menjadi titik awal untuk meningkatkan level Bank Sampah atau mentransformasi Bank Sampah menjadi Bank sampah dengan Bisnis Sosial”, ujar Vinda Damayanti.
Sementara itu Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 menyampaikan bahwa sudah seharusnya sejak Rakornas ini Bank Sampah menjadi lebih profesional lagi dan lebih bisa melakukan Bisnis Sosial secara baik. ***